gaji bidan di Jepang syarat lisensi dan peluang untuk WNI

Gaji Bidan di Jepang: Syarat Lisensi dan Peluang untuk WNI

Diperbarui: 20 Oktober 2026

Berapa gaji bidan di Jepang dan apakah lulusan kebidanan Indonesia bisa bekerja legal di sana? Berdasarkan Job Tag milik Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang (MHLW), gaji lowongan bidan secara nasional pada FY2025 berada di sekitar ¥296.000 per bulan. Dengan kurs referensi 20 Oktober 2026 sebesar ¥1 = Rp113,679, nilainya sekitar Rp33,6 juta per bulan.

Namun, ijazah kebidanan Indonesia tidak otomatis memberikan hak praktik sebagai bidan di Jepang. Profesi josanshi atau bidan merupakan profesi berlisensi. Lulusan luar Jepang perlu melalui penilaian pendidikan oleh MHLW, memenuhi persyaratan bahasa dan dokumen, memperoleh kelayakan mengikuti ujian nasional, serta memenuhi ketentuan lisensi Jepang sebelum dapat menjalankan kewenangan bidan.

Berapa Gaji Bidan di Jepang? Angka dengan Definisi Bruto/Neto dan Tahun

Job Tag MHLW mencatat 求人賃金(月額) atau gaji lowongan bulanan untuk profesi bidan secara nasional sebesar sekitar ¥296.000 per bulan pada FY2025.

Dengan kurs referensi tanggal 20 Oktober 2026 sebesar ¥1 = Rp113,679, nominal tersebut setara kurang lebih Rp33,6 juta per bulan.

Data Nominal Wilayah Periode Keterangan
Gaji lowongan bidan ± ¥296.000/bulan Nasional Jepang FY2025 Statistik lowongan Hello Work
Perkiraan rupiah ± Rp33,6 juta/bulan – Kurs 20 Oktober 2026 Konversi estimasi
Pendapatan tahunan statistik pekerja ± ¥5,667 juta/tahun Nasional Jepang 2025 Basic Survey on Wage Structure
Upah per jam pekerja umum ± ¥2.880/jam Nasional Jepang 2025 Termasuk lembur dan bonus dalam perhitungan per jam Job Tag
Upah per jam pekerja waktu singkat ± ¥2.168/jam Nasional Jepang 2025 Tidak termasuk lembur dan bonus dalam statistik ini

Apa bedanya bruto dan neto? Gaji bruto adalah penghasilan sebelum potongan seperti pajak, asuransi sosial, dan pensiun. Gaji neto atau take-home pay adalah nominal yang diterima setelah potongan. Statistik Job Tag di atas tidak memberikan angka take-home pay individual, sehingga nominal ¥296.000 tidak boleh dianggap sebagai gaji bersih yang pasti diterima.

Job Tag juga menunjukkan gaji lowongan bulanan nasional bergerak sekitar ¥291.000 sampai ¥304.000 selama periode Juli 2025 hingga Juni 2026. Angka tersebut merupakan perubahan rata-rata gaji lowongan bulanan, bukan batas gaji minimum dan maksimum seluruh bidan di Jepang.

Sumber: Job Tag MHLW – Bidan/Josanshi.

Tugas Bidan di Jepang dan Tempat Bekerja

Bidan di Jepang disebut 助産師 / josanshi. Berdasarkan hukum Jepang, bidan merupakan profesi berlisensi yang melakukan pertolongan persalinan serta memberikan bimbingan kesehatan kepada perempuan hamil, ibu setelah melahirkan, dan bayi baru lahir.

Job Tag menjelaskan bahwa pada kehamilan dan persalinan normal, bidan dapat memberikan bantuan persalinan di bawah tanggung jawab profesionalnya, melakukan pemeriksaan kesehatan ibu dan bayi, serta memberikan edukasi kesehatan.

Bidang Contoh Tugas Syarat Utama
Kehamilan Memantau kondisi ibu, memberikan informasi hasil pemeriksaan, serta edukasi selama kehamilan. Lisensi bidan Jepang untuk menjalankan kewenangan profesional bidan.
Persalinan Membantu proses persalinan normal dan mengenali kondisi yang membutuhkan tindakan atau rujukan dokter. Pengetahuan klinis, kemampuan mengambil keputusan, dan lisensi.
Pascapersalinan Memantau kondisi ibu setelah melahirkan dan memberikan bimbingan kesehatan. Kompetensi kebidanan.
Bayi baru lahir Memantau kondisi bayi dan memberikan edukasi kepada keluarga. Kompetensi maternal dan neonatal.
Konseling Dapat terlibat dalam edukasi reproduksi, perawatan bayi, infertilitas, atau konsultasi kesehatan sesuai tempat kerja. Tergantung tugas dan fasilitas.

Di Mana Bidan Bekerja?

Menurut Job Tag, tempat kerja bidan di Jepang antara lain:

  • rumah sakit;
  • klinik;
  • klinik atau pusat persalinan kebidanan (josanjo);
  • pusat kesehatan milik pemerintah daerah;
  • dan dalam kondisi tertentu praktik kebidanan yang dijalankan sesuai ketentuan Jepang.

Bidan yang bekerja di rumah sakit juga dapat menjalani sistem shift, termasuk shift malam, karena persalinan tidak selalu terjadi pada jam kerja reguler.

Catatan Mengenai Jenis Kelamin

Dalam hukum Jepang yang berlaku ketika artikel ini diperbarui, definisi josanshi pada Health Nurses, Midwives and Nurses Act adalah perempuan yang memperoleh lisensi Menteri Kesehatan untuk menjalankan pekerjaan kebidanan. Job Tag juga menyebut kelayakan ujian profesi bidan saat ini terbatas bagi perempuan.

Sumber: MHLW – Health Nurses, Midwives and Nurses Act.

Gaji Menurut Pengalaman, Fasilitas, Lokasi, Jenis Kontrak

Angka ¥296.000 per bulan merupakan benchmark nasional gaji lowongan. Gaji aktual dapat berbeda tergantung pengalaman, fasilitas kesehatan, wilayah, pola kerja, dan kontrak.

Pengalaman

Job Tag menyediakan data mengenai gaji berdasarkan tahun pengalaman. Secara umum, pengalaman klinis dan tanggung jawab yang lebih besar dapat memengaruhi penghasilan. Namun, artikel ini tidak menetapkan angka “pemula” dan “senior” tertentu karena tidak ada satu tarif nasional yang berlaku untuk seluruh rumah sakit dan fasilitas.

Jenis Fasilitas

Bidan dapat bekerja di rumah sakit besar, klinik, josanjo, atau fasilitas pemerintah. Struktur gaji, tunjangan, shift, dan sistem pembayaran dapat berbeda pada masing-masing tempat.

Lokasi

Job Tag juga menyediakan statistik berdasarkan prefektur. Karena biaya hidup dan kondisi pasar kerja berbeda antarwilayah, angka Tokyo tidak otomatis mewakili seluruh Jepang.

Jenis Kontrak dan Shift

Job Tag menunjukkan profesi bidan dapat ditemukan dalam berbagai bentuk hubungan kerja, meskipun pekerja tetap merupakan bentuk yang umum. Pekerja rumah sakit juga dapat memperoleh komponen kompensasi yang berkaitan dengan shift malam atau kebijakan fasilitas.

Karena itu, saat membaca lowongan, jangan hanya melihat angka gaji pokok. Periksa juga tunjangan, jam kerja, shift malam, bonus bila ada, tempat tinggal, transportasi, serta potongan yang berlaku.

Bidan, Perawat dan Caregiver: Bedanya Tugas serta Kewenangan

Bidan, perawat, dan caregiver sering dianggap serupa karena sama-sama bekerja di bidang kesehatan atau perawatan. Padahal ketiganya memiliki tugas dan jalur kualifikasi yang berbeda.

Profesi Fokus Tugas Kualifikasi/Jalur
Bidan / Josanshi Kehamilan, persalinan, pascapersalinan, ibu dan bayi baru lahir. Profesi kesehatan berlisensi Jepang.
Perawat / Kangoshi Perawatan pasien dan bantuan tindakan medis sesuai kewenangan perawat. Profesi kesehatan berlisensi Jepang.
Caregiver / Kaigo Membantu aktivitas sehari-hari lansia atau penyandang disabilitas, seperti makan, mandi, toileting, dan aktivitas pendukung. Dapat memiliki jalur seperti Specified Skilled Worker Nursing Care, dengan persyaratan tersendiri.

Perbedaan ini penting karena caregiver bukan bidan. Jalur Tokutei Ginou bidang Nursing Care tidak memberikan kewenangan untuk menjalankan praktik kebidanan.

Sistem SSW Nursing Care memiliki ujian keterampilan dan persyaratan bahasa tersendiri. Jalur tersebut ditujukan untuk pekerjaan perawatan lansia atau orang yang membutuhkan bantuan dalam aktivitas sehari-hari, bukan untuk pertolongan persalinan.

Sumber: Specified Skilled Worker – Nursing Care.

Pengakuan Pendidikan Kebidanan Luar Jepang dan Ujian Nasional

Ini merupakan bagian terpenting bagi WNI yang ingin kerja bidan di Jepang.

Lulusan sekolah kebidanan luar Jepang atau pemegang lisensi bidan dari luar Jepang tidak otomatis boleh bekerja sebagai bidan di Jepang. MHLW terlebih dahulu menilai apakah pendidikan dan kualifikasi kandidat setara atau lebih tinggi dari standar pendidikan kebidanan Jepang.

Kriteria Pengakuan MHLW

Beberapa kriteria yang diperiksa MHLW antara lain:

  • persyaratan masuk ke pendidikan kebidanan;
  • lama pendidikan;
  • pendidikan keperawatan yang mendasari atau kurikulum terintegrasi;
  • jumlah kredit dan materi kebidanan;
  • lingkungan pendidikan;
  • apakah institusi pendidikan diakui secara resmi di negara asal;
  • kepemilikan lisensi bidan di negara asal pada prinsipnya;
  • keberadaan sistem ujian nasional atau sistem yang setara;
  • serta kemampuan bahasa Jepang.

Untuk jalur pendidikan kebidanan setelah pendidikan keperawatan, MHLW mencantumkan pendidikan kebidanan minimal satu tahun dengan pendidikan keperawatan sebelumnya minimal tiga tahun. Untuk kurikulum bidan dan perawat yang terintegrasi, MHLW mencantumkan durasi minimal empat tahun atau setara. MHLW juga menetapkan standar jumlah kredit dan isi pendidikan.

Apakah Cukup dengan Lulus Ujian Bidan?

Tidak sesederhana itu. Berdasarkan Health Nurses, Midwives and Nurses Act Jepang, untuk memperoleh lisensi bidan seseorang harus memenuhi ketentuan ujian bidan dan keperawatan yang berlaku serta memperoleh lisensi dari Menteri Kesehatan Jepang.

Bagi lulusan luar Jepang, pengakuan kelayakan ujian merupakan tahap sebelum ujian, bukan pengganti ujian dan bukan lisensi praktik.

Sumber utama: MHLW – Kriteria Pengakuan Kelayakan Ujian Nasional Bidan.

Persyaratan Bahasa Jepang, Dokumen dan Tahap Pengajuan

Apakah Harus JLPT N1?

Untuk kandidat yang tidak menyelesaikan SMP dan SMA di Jepang, MHLW menetapkan sertifikasi JLPT N1 sebagai salah satu persyaratan dalam pengakuan kelayakan ujian nasional bidan.

Ini berbeda dengan banyak pekerjaan lain di Jepang di mana level JLPT ditentukan perusahaan. Untuk proses pengakuan bidan asing, N1 memang tercantum dalam kriteria resmi MHLW.

Namun, memiliki N1 saja tidak berarti kandidat otomatis dapat mengikuti ujian atau memperoleh lisensi. Seluruh kriteria pendidikan, lisensi, institusi, kurikulum, dan dokumen juga tetap diperiksa.

Dokumen yang Dapat Diminta

Berdasarkan petunjuk MHLW, dokumen pengajuan dapat mencakup:

  • formulir permohonan pengakuan;
  • dokumen identitas;
  • dokumen kesehatan yang dipersyaratkan;
  • salinan lisensi bidan dari negara asal;
  • ijazah atau surat kelulusan;
  • transkrip nilai;
  • silabus dan rincian mata kuliah;
  • tabel perbandingan kurikulum dengan standar pendidikan Jepang;
  • bukti institusi pendidikan diakui secara resmi;
  • bukti JLPT N1 jika berlaku;
  • dan dokumen tambahan apabila diminta MHLW.

Dokumen luar negeri juga dapat membutuhkan terjemahan dan format tertentu sesuai instruksi resmi. Karena persyaratan administrasi dapat diperbarui, kandidat harus membaca halaman MHLW terbaru sebelum mengajukan.

Urutan Proses yang Lebih Tepat

  1. Periksa apakah pendidikan dan lisensi memenuhi kriteria awal MHLW.
  2. Siapkan dokumen akademik, lisensi, silabus, dan bahasa.
  3. Ajukan pengakuan kelayakan ujian sesuai prosedur MHLW.
  4. Jika memperoleh pengakuan, ikuti proses ujian nasional yang dipersyaratkan.
  5. Penuhi ketentuan lisensi bidan Jepang.
  6. Cari atau selesaikan proses kontrak kerja yang sesuai.
  7. Ajukan status tinggal yang sesuai untuk bekerja sebagai profesional medis.

Sumber: MHLW – Dokumen Pengakuan Kelayakan Ujian Nasional Bidan.

Apakah Lulusan D3/S1 Kebidanan Indonesia Bisa Melamar?

Lulusan D3 atau S1 Kebidanan Indonesia tidak otomatis memperoleh lisensi bidan Jepang. Tingkat pendidikan hanya salah satu bagian yang diperiksa.

Lulusan D3 Kebidanan

D3 Kebidanan Indonesia tidak dapat langsung dianggap setara dengan standar MHLW hanya berdasarkan durasi tiga tahun. MHLW melihat struktur pendidikan secara lebih rinci, termasuk pendidikan keperawatan yang mendasari atau kurikulum terintegrasi, jumlah kredit, isi mata kuliah, status institusi, dan lisensi di negara asal.

Karena itu, kelayakan lulusan D3 perlu dinilai berdasarkan dokumen pendidikan individual dan kriteria resmi yang berlaku.

Lulusan S1 Kebidanan atau Profesi Bidan

Pendidikan yang lebih tinggi juga tidak otomatis menjamin pengakuan. MHLW tetap melakukan penilaian kesetaraan berdasarkan kurikulum dan persyaratan resmi.

Artinya, dua kandidat dengan nama gelar yang sama belum tentu memperoleh hasil penilaian yang sama jika struktur pendidikan, jumlah kredit, atau dokumennya berbeda.

Bagi lulusan perguruan tinggi yang sedang mempertimbangkan jalur kerja Jepang secara umum, baca juga panduan Izumi tentang cara kerja di Jepang bagi lulusan S1.

Status Tinggal Setelah Memiliki Kualifikasi Jepang

Untuk bekerja sebagai bidan di Jepang, status tinggal yang relevan adalah Medical / 医療. Immigration Services Agency memasukkan bidan dalam daftar profesi yang dapat menggunakan status Medical dan meminta bukti kualifikasi Jepang yang sesuai.

Ini menunjukkan bahwa visa atau status tinggal bukan pengganti lisensi. Kandidat perlu memiliki kualifikasi profesional Jepang yang diperlukan untuk menjalankan pekerjaan tersebut.

Sumber: Immigration Services Agency of Japan – Status of Residence “Medical”.

Alternatif Pekerjaan yang Berbeda Jalur Kualifikasinya

Jika kandidat belum memenuhi persyaratan untuk menjadi bidan berlisensi Jepang, ada pekerjaan lain di Jepang yang memiliki jalur berbeda. Namun, penting untuk tidak menyebut pekerjaan tersebut sebagai “pengganti bidan” karena tugas, kewenangan, dan kualifikasinya berbeda.

Caregiver / Kaigo

Caregiver membantu lansia atau penyandang disabilitas dalam aktivitas sehari-hari seperti mandi, makan, toileting, rekreasi, dan dukungan fungsi tubuh.

Jalur SSW Nursing Care memiliki ujian keterampilan dan bahasa tersendiri. Salah satu persyaratan bahasa dasarnya dapat berupa Japan Foundation Test for Basic Japanese atau JLPT N4 atau lebih tinggi, ditambah Nursing Care Japanese Language Evaluation Test, dengan pengecualian tertentu sesuai aturan SSW.

Namun, jalur ini tidak memberikan lisensi atau kewenangan bidan.

Pekerjaan Lain di Jepang

Kandidat juga dapat mempelajari bidang pekerjaan lain yang sesuai dengan pendidikan, kemampuan bahasa, dan jalur imigrasinya. Untuk gambaran lebih luas, lihat 27 jenis pekerjaan di Jepang 2026.

Yang penting adalah memilih pekerjaan berdasarkan tugas sebenarnya, bukan hanya karena bidang tersebut sama-sama berhubungan dengan kesehatan atau perawatan.

FAQ: Izin Praktik, Tanpa Lisensi, Proses, Gaji Rupiah

1. Berapa gaji bidan di Jepang dalam rupiah?

Benchmark gaji lowongan Job Tag FY2025 sekitar ¥296.000 per bulan. Dengan kurs referensi 20 Oktober 2026 sebesar ¥1 = Rp113,679, nilainya sekitar Rp33,6 juta per bulan. Nominal ini bukan take-home pay dan dapat berbeda berdasarkan fasilitas, wilayah, pengalaman, serta kontrak.

2. Apakah bidan Indonesia bisa langsung bekerja sebagai bidan di Jepang?

Tidak. Ijazah atau lisensi Indonesia tidak otomatis memberikan izin praktik di Jepang. Kandidat perlu melalui proses pengakuan kelayakan oleh MHLW, ujian nasional yang berlaku, dan memperoleh lisensi Jepang sebelum menjalankan kewenangan sebagai bidan.

3. Apakah lulusan D3 Kebidanan bisa bekerja di Jepang?

Bisa mengecek dan mengajukan jalur yang relevan, tetapi D3 Kebidanan tidak otomatis memenuhi persyaratan bidan Jepang. MHLW menilai pendidikan, kurikulum, jumlah kredit, lisensi, dan dokumen setiap kandidat.

4. Apakah wajib JLPT N1 untuk menjadi bidan di Jepang?

Untuk kandidat yang tidak menyelesaikan SMP dan SMA di Jepang, MHLW menetapkan JLPT N1 sebagai salah satu kriteria pengakuan kelayakan ujian nasional bidan. Namun, N1 bukan satu-satunya syarat.

5. Apakah bisa bekerja sebagai bidan tanpa lisensi Jepang?

Tidak untuk menjalankan pekerjaan yang secara hukum merupakan kewenangan bidan. Health Nurses, Midwives and Nurses Act melarang orang yang bukan bidan menjalankan pekerjaan kebidanan sebagaimana didefinisikan undang-undang, kecuali dalam pengecualian hukum tertentu seperti dokter yang bertindak berdasarkan kewenangannya.

6. Apakah caregiver sama dengan bidan?

Tidak. Caregiver berfokus pada bantuan aktivitas sehari-hari lansia dan penyandang disabilitas. Bidan merupakan profesi medis berlisensi yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, ibu setelah melahirkan, dan bayi baru lahir.

Kesimpulannya, gaji bidan di Jepang berdasarkan benchmark lowongan nasional Job Tag FY2025 berada di sekitar ¥296.000 per bulan atau sekitar Rp33,6 juta menggunakan kurs 20 Oktober 2026. Namun, nominal tersebut bukan gaji bersih dan bukan jaminan pendapatan setiap bidan.

Bagi lulusan kebidanan Indonesia, tantangan utama bukan hanya mencari lowongan. Profesi bidan di Jepang memiliki jalur lisensi resmi. Pendidikan luar Jepang harus dinilai oleh MHLW, kandidat harus memenuhi persyaratan bahasa dan dokumen, mengikuti ujian yang dipersyaratkan, serta memperoleh kualifikasi Jepang sebelum bekerja dengan kewenangan sebagai bidan.

Karena itu, bedakan dengan jelas antara ijazah Indonesia, pengakuan kelayakan ujian, lisensi profesi Jepang, kontrak kerja, dan status tinggal. Kelimanya bukan hal yang sama.

Izumi Indonesia menyediakan persiapan bahasa Jepang dan informasi mengenai program kerja Jepang yang memang sedang tersedia. Untuk profesi berlisensi seperti bidan, pembaca sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu mengenai jalur yang tersedia dan tidak menganggap Izumi menyediakan penempatan langsung sebagai bidan tanpa proses pengakuan dan lisensi Jepang.

Untuk melihat program yang sedang tersedia, kunjungi halaman program kerja ke Jepang Izumi Indonesia.


Sumber dan transparansi data:
Job Tag MHLW – Midwife/Josanshi;
MHLW – Kriteria Pengakuan Kelayakan Ujian Nasional Bidan;
MHLW – Dokumen Pengajuan Pengakuan;
Health Nurses, Midwives and Nurses Act;
Immigration Services Agency – Medical;
dan Specified Skilled Worker – Nursing Care.
Seluruh sumber diperiksa pada 20 Oktober 2026. Konversi yen ke rupiah menggunakan kurs referensi ¥1 = Rp113,679 pada 20 Oktober 2026. Konversi rupiah hanya estimasi dan dapat berubah mengikuti nilai tukar.


Scroll to Top