Daftar Gaji Kerja Restoran di Jepang 2025: Lengkap untuk Waiter, Koki, hingga Dishwasher
Banyak orang Indonesia tertarik bekerja di restoran Jepang karena peluangnya besar dan tidak selalu mensyaratkan lulusan kuliah. Namun sebelum berangkat, kamu perlu paham dulu gaji kerja restoran di Jepang pada tahun 2025—baik untuk posisi waiter, koki, pekerja dapur, maupun dishwasher.
Di Jepang, sektor restoran termasuk yang sangat bergantung pada tenaga kerja asing. Upah minimum nasional naik lagi di 2025, dan rata-rata upah terendah di sektor bar dan restoran berada di sekitar ¥1.000–¥1.050 per jam.
Di kota besar seperti Tokyo, banyak restoran menawarkan ¥1.100–¥1.300 per jam atau lebih untuk pekerja part time.
Untuk pekerja full time, data survei gaji menunjukkan bahwa:
- Rata-rata gaji pekerja restoran di Tokyo sekitar ¥2,55 juta per tahun (±¥210.000 per bulan).
- Rata-rata gaji koki di Jepang berada di kisaran ¥2,8–3,5 juta per tahun (sekitar ¥240.000–¥290.000 per bulan, tergantung pengalaman).
Artikel ini akan mengupas lebih rinci kisaran gaji tersebut, supaya kamu punya gambaran realistis sebelum memutuskan berkarier di restoran Jepang.
1. Gambaran Umum Gaji Kerja Restoran di Jepang 2025
Sektor restoran dan food service di Jepang sangat luas: mulai dari ramen shop kecil, izakaya, family restaurant, sampai hotel dan restoran mewah. Secara umum, ada dua pola penggajian:
- Gaji bulanan (monthly salary) untuk pekerja full time.
- Upah per jam (hourly wage) untuk pekerja part time.
Dari berbagai data gaji terbaru:
- Upah rata-rata pekerja restoran berada sedikit di bawah rata-rata upah nasional, yaitu sekitar ¥1.000–¥1.050 per jam.
- Di kota besar dan restoran yang kekurangan tenaga kerja, upah bisa naik menjadi ¥1.200–¥1.500 per jam, terutama untuk shift malam atau lokasi premium.
Untuk pekerja full time:
- Gaji pekerja restoran biasa berada di kisaran ¥190.000–¥230.000 per bulan.
- Untuk koki dan posisi dapur yang membutuhkan skill lebih tinggi, gaji bisa mencapai ¥240.000–¥300.000 per bulan atau lebih, tergantung pengalaman dan jenis restoran.
Kenaikan gaji juga terdorong oleh tren nasional: serikat pekerja di sektor ritel dan restoran melaporkan kenaikan gaji rata-rata di atas 5% pada 2025.
Artinya, peluang mendapatkan penghasilan layak di sektor restoran cukup besar, terutama jika kamu punya:
- Bahasa Jepang yang baik.
- Pengalaman kerja sebelumnya.
- Kesiapan kerja shift dan lembur.
2. Rincian Gaji Waiter, Koki, dan Pekerja Dapur
Setiap posisi di restoran memiliki karakter kerja dan kisaran gaji yang berbeda. Berikut gambaran umum gaji kerja restoran di Jepang berdasarkan posisi:
Gaji Waiter / Hall Staff
Waiter atau hall staff bertugas menyambut tamu, mencatat pesanan, mengantar makanan, dan kadang menangani kasir.
Kisaran gaji:
- Full time: sekitar ¥190.000–¥230.000 per bulan di banyak restoran keluarga dan chain restaurant.
- Di lokasi strategis (misalnya pusat kota Tokyo) gaji bisa mulai dari ¥220.000 per bulan ke atas, apalagi jika ada sistem lembur dan insentif.
Jenis tunjangan yang mungkin didapat:
- Uang transport (kadang ada batas maksimal).
- Makan staff (staff meal).
- Bonus tahunan untuk perusahaan besar.
Gaji Koki / Cook
Gaji koki di Jepang biasanya lebih tinggi karena butuh keahlian khusus, kecepatan kerja, dan tanggung jawab pada kualitas makanan.
Kisaran gaji:
- Koki pemula di restoran biasa: sekitar ¥220.000–¥250.000 per bulan.
- Koki berpengalaman atau bekerja di restoran yang lebih besar bisa mendapat ¥260.000–¥300.000 per bulan, bahkan lebih di restoran hotel atau restoran mewah.
Tanggung jawab koki antara lain:
- Menyiapkan bahan dan memasak sesuai standar rasa dan kecepatan.
- Menjaga kebersihan area dapur.
- Mengkoordinasi tim dapur (untuk posisi chef atau head cook).
Gaji Pekerja Dapur dan Dishwasher
Pekerja dapur (kitchen staff) dan dishwasher fokus pada:
- Mencuci piring dan peralatan masak.
- Menyiapkan bahan sederhana (cutting, washing).
- Membersihkan area dapur.
Kisaran gaji pekerja dapur Jepang:
- Umumnya berada sedikit di atas upah minimum, sekitar ¥180.000–¥220.000 per bulan untuk full time.
- Di restoran besar, gaji bisa lebih tinggi terutama jika shift malam atau pekerjaan fisik lebih berat.
Walau terlihat “level awal”, posisi ini sering jadi batu loncatan:
- Dari dishwasher → naik jadi kitchen staff.
- Dari kitchen staff → naik jadi koki pemula, lalu berjenjang.
3. Gaji Part Time Restoran di Jepang dan Cara Kerjanya
Banyak orang Indonesia—termasuk mahasiswa asing—tertarik dengan gaji part time restoran di Jepang karena jam kerjanya fleksibel dan bisa disesuaikan jadwal belajar.
Kisaran Gaji Part Time
Dari berbagai data dan iklan lowongan:
- Rata-rata upah pekerja part time restoran sekitar ¥1.000–¥1.200 per jam.
- Di kota besar atau restoran yang sibuk, upahnya bisa mencapai ¥1.300–¥1.800 per jam, terutama untuk shift malam, area bandara, atau lokasi premium.
Contoh simulasi:
- Jika kamu kerja 4 jam per hari, 5 hari per minggu dengan upah ¥1.100/jam:
4 × 5 × 4 = 80 jam/bulan → gaji sekitar ¥88.000 per bulan. - Jika kamu kerja 8 jam per hari, 5 hari per minggu dengan upah ¥1.200/jam:
8 × 5 × 4 = 160 jam/bulan → gaji sekitar ¥192.000 per bulan.
Sistem Kerja Part Time
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Mahasiswa asing biasanya dibatasi maksimal 28 jam per minggu kerja part time.
- Jadwal kerja umumnya sistem shift:
- Pagi (opening)
- Siang–sore
- Malam (closing)
Kelebihan part time restoran:
- Cocok untuk melatih bahasa Jepang praktis.
- Bisa jadi pengalaman pertama sebelum pindah ke kontrak full time.
- Jadwal relatif fleksibel.
Namun, kalau tujuanmu adalah mengumpulkan tabungan besar, jalur kontrak penuh (full time) lewat program kerja resmi lebih stabil dibanding hanya mengandalkan part time.
4. Peran LPK Izumi Indonesia dalam Mempersiapkan Kerja Restoran di Jepang
Gaji kerja restoran di Jepang memang menggiurkan, tapi untuk bisa sampai ke sana lewat jalur resmi diperlukan persiapan yang matang: bahasa, mental kerja, dan proses administrasi yang tidak sedikit.
Di sinilah peran LPK Izumi Indonesia menjadi penting.
Beberapa hal yang dilakukan Izumi untuk calon peserta kerja restoran:
- Pelatihan bahasa Jepang intensif
Membantu kamu mencapai level bahasa yang cukup untuk bekerja di restoran: memahami pesanan, berkomunikasi dengan rekan kerja, dan mengikuti instruksi atasan. Ini sangat penting untuk posisi waiter, hall staff, maupun koki. - Pengajaran budaya dan etika kerja Jepang
Restoran Jepang terkenal dengan standar layanan yang tinggi: tepat waktu, sopan, cekatan. Izumi membiasakan peserta dengan pola ini sejak masih di Indonesia, sehingga tidak terlalu kaget ketika sudah masuk tempat kerja. - Simulasi kerja dan wawancara
Kamu akan dibiasakan dengan simulasi interview bersama pihak Jepang, latihan menjawab pertanyaan umum, serta latihan perkenalan diri dalam bahasa Jepang. - Pendampingan administrasi dan keberangkatan
Dari pengecekan dokumen, proses seleksi dengan perusahaan Jepang, hingga pengurusan visa, semuanya dibantu sesuai prosedur resmi. Ini mengurangi risiko salah jalur atau terjebak penawaran tidak jelas. - Edukasi keuangan dan simulasi tabungan
Berdasarkan kisaran gaji waiter, koki, atau pekerja dapur, Izumi membantu menghitung simulasi tabungan—berapa yang masuk, berapa yang keluar, dan bagaimana cara mengatur gaji supaya kamu bisa pulang dengan tabungan maksimal.
Dengan pendampingan seperti ini, tujuanmu kerja di restoran Jepang bukan hanya sekadar “cari gaji besar”, tapi juga membangun karier dan pengalaman yang terencana.
FAQ
- Berapa gaji awal kerja di restoran Jepang untuk pemula?
Untuk pemula, terutama di posisi waiter, kitchen staff, atau dishwasher, gaji awal biasanya berada di kisaran ¥180.000–¥230.000 per bulan untuk full time, tergantung daerah dan perusahaan. Untuk part time, kisarannya sekitar ¥1.000–¥1.200 per jam, dan bisa lebih tinggi di kota besar. - Apakah gaji koki di Jepang jauh lebih besar dari staf biasa?
Secara umum, iya. Gaji koki di Jepang biasanya mulai dari ¥220.000–¥250.000 per bulan untuk pemula, dan bisa naik hingga ¥260.000–¥300.000 per bulan atau lebih jika berpengalaman dan bekerja di restoran yang lebih besar atau hotel. - Apakah bisa hidup layak di Jepang dengan gaji restoran?
Bisa, asalkan kamu mampu mengatur pengeluaran. Biaya hidup di kota besar memang lebih tinggi, tapi banyak perusahaan menyediakan asrama atau subsidi tempat tinggal. Jika disiplin, masih ada ruang untuk menabung setiap bulan. - Lebih baik kerja restoran full time atau part time?
Kalau tujuan utamanya tabungan dan karier jangka panjang, full time lewat jalur resmi biasanya lebih stabil. Part time cocok untuk mahasiswa atau mereka yang ingin merasakan dulu lingkungan kerja Jepang sebelum mengambil langkah yang lebih besar. - Apakah perlu bisa bahasa Jepang untuk kerja di restoran?
Sangat disarankan. Untuk posisi hall staff, waiter, atau kasir, kemampuan bahasa Jepang sangat penting karena harus berhadapan langsung dengan pelanggan. Untuk pekerja dapur, bahasa juga tetap diperlukan untuk memahami instruksi dan menjaga keselamatan kerja. - Apakah LPK benar-benar wajib kalau mau kerja restoran di Jepang?
Secara hukum tidak selalu wajib, tapi LPK yang resmi dan berpengalaman membantu kamu melewati banyak proses rumit: pelatihan bahasa, budaya, seleksi, hingga pengurusan dokumen. Tanpa pendampingan, risiko tersesat jalur atau jadi korban penipuan jauh lebih besar. - Berapa lama proses dari daftar sampai benar-benar kerja di Jepang?
Umumnya 1–2 tahun, tergantung kemampuan bahasa, kesiapan dokumen, dan jadwal seleksi perusahaan. Semakin cepat kamu serius belajar dan menyiapkan diri, semakin cepat juga peluangmu berangkat.
Penutup
Bekerja di restoran Jepang bisa menjadi pintu masuk yang realistis untuk mulai berkarier di luar negeri. Gaji kerja restoran di Jepang pada 2025 berada di kisaran yang cukup menarik:
- Waiter dan hall staff: sekitar ¥190.000–¥230.000 per bulan untuk full time.
- Koki: sekitar ¥220.000–¥300.000 per bulan, tergantung skill dan pengalaman.
- Pekerja dapur dan dishwasher: sekitar ¥180.000–¥220.000 per bulan.
- Part time restoran: rata-rata ¥1.000–¥1.200 per jam, bisa lebih tinggi di kota besar.
Namun, angka gaji saja tidak cukup. Yang menentukan berhasil atau tidaknya kamu di Jepang adalah:
- Seberapa siap bahasa dan mental kerja kamu.
- Seberapa paham kamu dengan budaya kerja dan etika di Jepang.
- Seberapa rapi kamu mengurus dokumen dan memilih jalur yang benar-benar resmi.
Jika kamu ingin mempersiapkan diri secara serius untuk kerja di restoran Jepang—baik sebagai waiter, koki, maupun pekerja dapur—kamu bisa mempertimbangkan untuk belajar dan berkonsultasi dengan lembaga pelatihan yang sudah berpengalaman mengirim peserta ke Jepang seperti LPK Izumi Indonesia.
Dengan persiapan yang tepat, kerja di restoran Jepang bukan hanya soal mengejar gaji, tapi juga kesempatan membangun pengalaman internasional, memperkuat skill, dan menata masa depan finansialmu dengan lebih percaya diri.



